Berita

SpaceX IPO Resmi Meluncur: Bakal Jadi IPO Terbesar Sepanjang Sejarah dengan Valuasi $1,75 Triliun

6 min readSat Jun 13 2026
SpaceX IPO Resmi Meluncur: Bakal Jadi IPO Terbesar Sepanjang Sejarah dengan Valuasi $1,75 Triliun

Setelah bertahun-tahun jadi salah satu perusahaan swasta paling berharga di dunia tanpa pernah melantai di bursa, SpaceX akhirnya mengambil langkah yang ditunggu-tunggu pasar global. Perusahaan milik Elon Musk ini resmi memulai perdagangan sahamnya minggu ini, dan angka-angka di baliknya benar-benar di luar nalar. Dengan target valuasi $1,75 triliun, IPO ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal, mengalahkan rekor IPO manapun yang pernah ada sebelumnya.


IPO SpaceX akan berlangsung minggu ini, dengan sahamnya mulai diperdagangkan pada Jumat, 12 Juni 2026. Sebelum tanggal tersebut, SpaceX yang didirikan dan dipimpin oleh CEO Tesla Elon Musk, mengajukan amandemen dokumen IPO pada 3 Juni yang mengonfirmasi bahwa perusahaan akan menerbitkan 555,6 juta saham dengan harga $135 per saham.

Kalau dihitung dari jumlah saham dan harga tersebut, total dana yang bisa diraih SpaceX mencapai sekitar $75 miliar, menjadikannya IPO terbesar sepanjang sejarah. Angka ini bukan sekadar rekor biasa, ini adalah lompatan yang jauh meninggalkan IPO-IPO besar yang pernah tercatat sebelumnya di pasar modal global.

Permintaan IPO Sudah Hampir 4 Kali Oversubscribed

Minat investor terhadap IPO ini ternyata jauh melampaui ekspektasi awal. Reuters melaporkan pada 9 Juni bahwa permintaan IPO ini sudah hampir mencapai empat kali lipat dari jumlah saham yang ditawarkan, mengutip sumber anonim yang mengetahui proses tersebut. Artinya, investor yang mengajukan permohonan saham mungkin tidak akan mendapatkan alokasi sebanyak yang mereka harapkan.

Tingkat permintaan berlebih yang sangat tinggi ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap dua sektor besar yang dikuasai SpaceX. SpaceX dikenal sebagai pionir utama dalam ekonomi luar angkasa modern. Jaringan Starlink miliknya terdiri dari lebih dari 9.000 satelit yang menyediakan konektivitas internet di seluruh dunia, sementara roket-roketnya memfasilitasi lebih dari 80 persen peluncuran luar angkasa berlisensi Amerika Serikat pada 2025.

Saham untuk Investor Ritel dan Listing di Nasdaq

Yang menarik, IPO ini tidak hanya terbuka untuk investor institusi besar. “SpaceX membuka kesempatan bagi investor ritel untuk ikut serta dalam penawaran IPO-nya dan membeli saham perusahaan sebelum mulai diperdagangkan di pasar modal,” kata Dan Coatsworth, kepala divisi pasar di platform investasi AJ Bell.

Dari sisi administratif, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC), SpaceX berencana untuk melantai di bursa Nasdaq dengan kode saham ‘SPCX’. Komentar dari analis industri pun cukup tegas soal skala IPO ini. Dan Ives, kepala riset teknologi global di bank investasi Wedbush Securities, menyebut listing ini bisa menjadi “IPO terbesar dalam sejarah pasar modal karena perusahaan ini berada di pusat dua peluang pertumbuhan terbesar dalam beberapa dekade ke depan”, merujuk pada sektor luar angkasa dan kecerdasan buatan (AI).

Berapa Sebenarnya Nilai SpaceX?

Di sinilah bagian yang paling menarik untuk dicermati. Target harga saham SpaceX mengimplikasikan kapitalisasi pasar lebih dari $1,75 triliun, cukup untuk menjadikannya salah satu dari 10 perusahaan paling bernilai di dunia saat melantai, dengan asumsi seluruh saham yang diterbitkan terjual di harga tersebut atau lebih tinggi.

Tapi nilai ini ternyata jadi bahan perdebatan. Scottish Mortgage, investment trust yang tercatat di London, mengonfirmasi bahwa mereka mengasumsikan valuasi $1,25 triliun untuk SpaceX dalam menilai kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut. Perbedaan ini makin melebar ketika lembaga riset independen turun tangan. Riset yang dipublikasikan pada 1 Juni oleh perusahaan riset investasi Morningstar menilai SpaceX seharga $780 miliar, sekitar 48 persen lebih rendah dari valuasi pasar privat terakhirnya yang sebesar $1,5 triliun dan 55 persen di bawah target harga IPO-nya yang sebesar $1,75 triliun.

Inti dari keraguan Morningstar ada di sektor yang dianggap paling menjanjikan. Riset yang dipimpin oleh analis ekuitas Nicolas Owens dan direktur ekuitas Suryansh Sharma ini menyoroti bahwa keunggulan kompetitif (economic moat) bisnis AI SpaceX, yang menyumbang sebagian besar nilai yang diharapkan, masih “tidak pasti”.

Yang membuat ini makin menarik adalah komposisi target pasar SpaceX sendiri. Dalam dokumen IPO-nya, SpaceX memproyeksikan total addressable market (TAM) sebesar $28,5 triliun, di mana sebagian besarnya ($26,5 triliun) berasal dari sektor AI. Dalam sektor AI sendiri, bahkan segmen yang paling mencolok seperti infrastruktur AI hanya merupakan porsi yang relatif kecil dari total (diperkirakan senilai $2,4 triliun); sementara aplikasi enterprise, alias produk AI yang dijual ke perusahaan, diperkirakan menyumbang $22,7 triliun, atau sekitar 80 persen dari seluruh TAM SpaceX.

Sementara itu, solusi berbasis luar angkasa diperkirakan hanya menyumbang $370 miliar, atau 1,3 persen dari TAM SpaceX, sedangkan konektivitas (Starlink Broadband dan Starlink Mobile) diperkirakan menyumbang $1,6 triliun tambahan, atau 5,6 persen dari TAM.

Jadi meski SpaceX dikenal sebagai perusahaan roket dan satelit, mayoritas valuasinya justru bertumpu pada bisnis AI yang belum terbukti sepenuhnya.

Membuka Jalan untuk Gelombang Mega IPO Teknologi

IPO SpaceX ini diprediksi bukan kejadian yang berdiri sendiri. Banyak pakar percaya bahwa kalau IPO SpaceX sukses, ini bisa membuka jalan bagi gelombang baru IPO perusahaan teknologi raksasa.

Beberapa nama besar sudah mulai bergerak ke arah yang sama. Pengembang AI seperti OpenAI dan Anthropic sama-sama telah mengajukan IPO sejak awal Juni, dan raksasa teknologi swasta lainnya seperti Databricks, Stripe, dan Anduril berpotensi menyusul. Dampaknya bisa terasa luas di pasar modal secara keseluruhan. Hal ini berpotensi menciptakan “gelombang kapitalisasi pasar baru yang cukup besar untuk mengubah valuasi saham-saham growth secara lebih luas”, menurut Stephen Dover, chief market strategist di perusahaan manajer investasi Franklin Templeton.

Tapi gelombang ini juga membawa risiko tersendiri. “Kalau beberapa IPO mega-cap muncul dalam rentang waktu yang sama, mereka akan bersaing memperebutkan modal tidak hanya satu sama lain, tapi juga dengan saham-saham growth yang sudah tercatat di publik,” kata Dover. “Ini bisa menciptakan tekanan rotasi di berbagai sektor seperti software, semikonduktor, fintech, teknologi pertahanan, dan penerima manfaat AI lainnya.”

Dover juga mengingatkan bahwa pengawasan yang lebih ketat di pasar publik bisa menjadi ujian bagi valuasi perusahaan-perusahaan privat ini, mengingat sebagian besar dari mereka telah meraih pendanaan dalam jumlah besar dengan valuasi yang sangat tinggi selama siklus bisnis terakhir.

Bagaimana Cara Ikut IPO Ini?

Bagi yang tertarik berpartisipasi, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dulu. Sebelum berinvestasi di SpaceX, penting untuk mempertimbangkan risiko yang ada. Perusahaan ini akan melantai dengan valuasi yang sangat tinggi, sekitar 100 kali dari pendapatannya (sebagai perbandingan, Nvidia diperdagangkan di sekitar 22 kali pendapatannya), dan SpaceX masih mencatat kerugian hampir $5 miliar tahun lalu.

Valuasi 100 kali pendapatan adalah angka yang sangat ekstrem bahkan untuk standar perusahaan teknologi raksasa, dan SpaceX masih merugi hampir $5 miliar di tahun terakhirnya sebelum IPO.


IPO SpaceX adalah momen bersejarah yang nilainya jauh melampaui sekadar satu perusahaan melantai di bursa. Dengan target raihan $75 miliar dan valuasi $1,75 triliun, ini bukan hanya soal SpaceX, tapi soal bagaimana pasar modal global akan menilai gelombang perusahaan teknologi raksasa yang siap menyusul ke bursa. Permintaan yang hampir 4 kali lipat dari penawaran menunjukkan optimisme pasar yang besar, tapi perbedaan tajam antara valuasi IPO dengan estimasi independen Morningstar adalah pengingat bahwa di balik euforia mega IPO, selalu ada pertanyaan fundamental yang belum sepenuhnya terjawab: apakah harga yang dibayar sepadan dengan nilai sebenarnya?

InvestasiIPOSpaceX

Share

React

Author

Rafi Aliffari

Rafi Aliffari

Your Brand Could Be Here

Reach our audience & grow with us

Advertise Now